Meniru Sabarnya Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam – Ustadz Abu Qatadah

0
902

Sabar dibagi kepada tiga, sabar dalam melaksanakan perintah Allah yaitu sabar didalam keta’atan, sabar dalam meninggalkan larangan sabar dalam larangan-larangan Allah Ta’ala dan sabar kepada musibah, dari sisi tingkatan ini maka para ulama mengatakan sabar yang paling afdhol adalah sabar kepada perintah, sabar yang paling tinggi kedudukannya adalah sabar kepada perintah. Apa alasan kebanyakan para ulama mengatakan sabar kepada perintah lebih afdhol ketimbang sabar  kepada larangan dan sabar kepada musibah, yang pertama karena memerlukan keinginan, pergerakan, kemampuan, harus memikul rasa berat, memikul rasa beban kesulitan maka dengan inilah sabar kepada perintah lebih mulia, kalau meninggalkan maksiat karena asalnya tidak ada, maka secara pokoknya orang tidak minum khamr, tidak berzina, tidak mencuri. Karena asalnya tidak ada, maka orang semata-mata menahan dan tidak memerlukan pergerakan, kemampuan, aksi gerakan aktifitas.

Demikianlah kutipan rekaman kajian islam ilmiah yang disampaikan oleh al-ustadz Abu Qatadah Hafidzahullah  dari Masjid Raya Cipaganti pada hari ahad 6 0ktober 2013 yang lalu, yang diselenggarakan oleh yayasan ihya’u alsunnah bandung bekerja sama dengan DKM masjid raya cipaganti dan disiarkan oleh radio rodja bandung.

semoga bermanfaat.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here